Bg

VELVET: Sastra Inggris untuk Industri Kreatif

Diterbitkan tanggal 7 Desember 2017

SINAR- Selama tiga hari, 4-6 Desember 2017, mahasiswa, dosen, dan alumni Sastra Inggris berkolaborasi dalam ajang tahunan VELVET (Venturing English Letters Via Edutainment Technology). Ajang yang selalu dipanitiai oleh semester lima ini bertujuan untuk memperkenalkan produk digital kreatif kebahasaan dan kesastraan Inggris kepada khalayak.

Mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2015 yang menjadi panitia tahun ini mendesain VELVET 2017 sebagai ajang tukar pikiran. Selama tiga hari mahasiswa angkatan 2015 dengan dibantu oleh angkatan 2014 membuka klinik produk industri kreatif kebahasaan dan kesastraan Inggris yaitu klinik desain game pembelajaran bahasa Inggris, klinik kreasi video profil, klinik film subtitle, dan klinik penerjemahan web and software. Selama tiga hari penyelenggaraan VELVET di yang digelar dibeberapa sudut IAIN Surakarta, puluhan orang setiap harinya terlihat dengan giat mengikuti klinik-klinik tersebut yang dipandu langsung oleh para mahasiswa Sastra Inggris 2015 dan 2014.

Tujuan dari dibukanya klinik-klinik ini menurut Hj. Lilik Untari, M.Hum., selaku kajur Sastra Inggris IAIN Surakarta, adalah untuk mendorong keberanian mahasiswa dalam skill sharing yang mereka punyai kepada masyarakat sehingga mahasiswa Sastra Inggris dapat lebih berperan dalam pengabdiannya kepada masyarakat.

Selain klinik, panitia VELVET juga menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk ‘English for Creative Industry’ dengan menghadirkan narasumber penerjemah karya sastra untuk Frankfurt Book Fair, Christopher A. Woodrich dari Kanada, dan aktivis literasi dan edupreneur yang juga alumni Sastra Inggris, Adjit Panji Surya.

Tenti Septiana, ketua panitia Velvet 2017, menjelaskan bahwa ajang ini juga dimeriahkan oleh kompetisi kebahasaan dan kesastraan Inggris berupa debat bahasa Inggris dan kompetisi short movie serta pemutaran film adaptasi karya mahasiswa Sastra Inggris 2015 yaitu A Haunted House yang diadaptasi dari judul yang sama oleh Virginia Woolf dan Reason and Destination yang diadaptasi dari karya Leo Tolstoy berjudul The Three Questions. Ajang kreatif ini ditutup dengan Velvet Award, ajang pemberian penghargaan kepada pemenang kompetisi dan adaptasi film. (Gie/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Sumber: Luthfie Arghuby
Foto: Luthfie Arghuby

Komentar ditutup.