Bg

Pohon Pustaka Dan Manfaatnya Bagi Semesta

Diterbitkan tanggal 12 Januari 2018

Oleh: Triningsih, S.IP
(Pustakawan Muda IAIN Surakarta)

#BanggaIAINSurakarta

10 Januari adalah Hari Sejuta Pohon. Hal tersebut merupakan momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya peran dan fungsi pohon bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Pohon merupakan salah satu  makhluk hidup di dunia ini yang menghasilkan Oksigen (O2) untuk bernafas makhluk hidup lainnya. Semakin rindang dan banyak buahnya, maka akan semakin banyak makhluk hidup lain yang memanfaatkan pohon tersebut.

Pohon dapat tumbuh rindang dan lebat dengan cabang-cabangnya diawali dengan biji, yang kemudian biji tersebut tumbuh berakar kuat dari tanah. Hasil dari proses tersebut adalah buah, yang nantinya bisa dinikmati oleh manusia. Serta adanya tunas-tunas baru yang merupakan perkembangbiakan pohon tersebut. Pohon yang sehat, berbuah, tumbuh proporsional, serta kokoh akan mampu tahan terhadap penyakit, terpaan angin, hujan atau hal-hal lain berupa ancaman yang datang dari luar. Betapa sungguh luar biasanya keberadaan sebuah pohon.

Urban Heat Island

UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, menjelaskan bahwa Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Maka jelas disini jika adanya saling keterkaitan antara alam, lingkungan, dan manusia.

Urban Heat Island atau Pulau Panas Perkotaan adalah sebuah wilayah metropolitan yang lebih hangat dibanding wilayah pedesaan sekitarnya. Selanjutnya menurut Voogt (2002) fenomena Urban Heat Island merupakan gambaran peningkatan suhu udara urban (perkotaan) pada urban cover layer atau lapisan dibawah gedung dan tajuk vegetasi dibandingkan wilayah rural (pinggiran), khususnya di malam hari yang tenang dan cerah. Dinamakan pulau panas karena bentuk fenomena Urban Heat Island bila digambarkan secara spasial berbentuk isotherm seperti sebuah pulau dengan suhu tertinggi di pulau tersebut dibandingkan area sekitarnya.

Bisa kita bayangkan bersama jika dalam suatu wilayah tidak adanya keberadaan pohon. Akan sangat panas sekali sehingga seperti pulau panas perkotaan. Karena debu, kotoran, dan pantulan kaca yang tidak ada penyerapnya. Ditambah lagi pola pembuangan sampah dan limbah yang sembarangan, bisa jadi di musim hujan akan banyak terjadi yang namanya banjir karena pohon tidak ada dalam wilayah tersebut. Sekali lagi hal tersebut menunjukkan betapa vitalnya pohon dalam lingkungan bumi ini.

Pohon juga ada dalam ajaran yang dibawa Muhammad SAW. Dalam Al-Qur’an terdapat banyak nasehat agar manusia bersikap santun terhadap pohon. Bahkan Allah mendorong manusia untuk melakukan riset-riset terhadapnya. “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?” (Qur’an Surat Asy-Syu’ara ayat 7).

Pohon Pustaka

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pustaka artinya kitab; buku. Dalam struktur etimologi, perpustakaan dalam bahasa Indonesia berasal dari kata dasar pustaka. Perpustakaan adalah sebuah gedung yang terdapat ruangan-ruangan yang dipergunakan untuk menyimpan koleksi bahan pustaka (buku atau monograf, terbitan berseri, brosur, atau pamphlet dan bahan non pustaka (Sulistyo Basuki, 1991 : 3)

Hermawan dan Zulfikar Zen dalam Etika Kepustakawanan : Suatu Pendekatan Terhadap Kode Etik Kepustakawanan Indonesia (2010 : 7), lebih jauh lagi mengungkapkan bahwa di zaman sekarang ini perpustakaan adalah sesuatu yang hidup, dinamis, segar menawarkan hal-hal yang baru, produk layanannya inovatif, dan dikemas sedemikian rupa, sehingga apapun yang ditawarkan oleh perpustakaan akan menjadi atraktif, interaktif, edukatif, dan rekreatif bagi pengunjungnya.

Pohon pustaka itu bisa kita ibaratkan dengan perpustakaan. Dimana perpustakaan adalah gudangnya informasi serta gudangnya ilmu pengetahuan. Siapa saja yang mendekati pohon pustaka dan memanfaatkan sesuai dengan kebutuhannya, maka akan mendapatkan buah atau manfaat yang terkandung didalamnya. Gerakan literasi juga sangat mendukung adanya pohon pustaka ini. Gerakan literasi memberikan semangat untuk terus-menerus mengingatkan akan pentingnya membaca.

Pohon pustaka dapat tumbuh dengan subur asalkan didukung oleh faktor utama. Faktor utama tersebut adalah ekosistem. Perpustakaan akan dirasakan manfaatnya jika semua pihak ikut terlibat didalamnya. Pemerintah, sivitas akademika (rektor, kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru, dosen, staf, murid, mahasiswa), serta masyarakat luas yang mempunyai peran sesuai dengan kapasitas dan kompetensi masing-masing. Ekosistem tersebut hendaknya dijaga dengan baik agar pohon pustaka bisa tumbuh subur.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:”Tidak seorang muslim pun yang menanam tanaman atau menaburkan benih, kemudian dimakan oleh burung atau manusia, melainkan dia itu baginya merupakan sedekah.”

Oleh karena itulah, di Hari SejutaPohon ini marilah kita menjaga pohon dalam artian pohon yang sebenarnya dan menjaga pohon pustaka agar manfaatnya dapat dirasakan oleh alam semesta. Ekosistem yang ada didalamnya juga harus dijaga dengan baik agar tumbuh dengan subur. Terakhir, Selamat Hari SejutaPohon, semoga pohon pustaka bisa bermanfaat bagi semesta alam dan bagi generasi, baik generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Penulis

Triningsih, S.IP.
Pustakawan Muda IAIN Surakarta

Komentar ditutup.