Bg

IAIN Surakarta Adakan FGD PDSS SPAN-PTKIN Tahun 2018

Diterbitkan tanggal 8 Februari 2018

SINAR- Kamis (8/2) bertempat di Rektorat Lantai 3, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengundang Lembaga Pendidikan Tingkat SMA/K MAN Se-Soloraya dalam acara Focus Group Discussion (FGD), Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS) Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keislaman Negeri (SPAN-PTKIN).

Pendaftaran PDSS SPAN-PTKIN ini merupakan pendaftaran tahap awal SPAN-PTKIN sebagai rekomendasi Kepala Sekolah atas siswa-siswinya untuk mengikuti SPAN-PTKIN. Banyak sekali data-data yang harus diisi oleh pihak sekolah di PDSS SPAN-PTKIN, diantaranya yaitu NPSN, Akreditasi Sekolah, Profil Sekolah, Profil Kepala Sekolah, Biodata Siswa, Prestasi Siswa dan buktinya, Kuota Siswa, Nilai Siswa, KKM, dan lain sebagainya. Data-data tersebut harus diisi dengan lengkap dan benar karena sangat berperan penting dalam proses pendaftaran dan proses seleksi jalur SPAN-PTKIN.

Rektor IAIN Surakarta Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd.memberikan gambaran singkat mengenai IAIN Surakarta, “Awal tahun berdiri tahun 1992 yang saat itu berlokasi di Sriwedari dan masih menginduk kepada UIN Walisongo Semarang kemudian berkembang pada tahun1997 berdiri sendiri dengan status STAIN dan pada tahun 2011 berubah menjadi IAIN Surakarta dengan total mahasiswa tahun ini mencapai 14 ribu mahasiswa. Kita terus tumbuh dan bergerak, nanti Insya Alloh pada bulan Maret akan meresmikan dua gedung kembar senilai 40 Milyar di Pakis yang rencananya akan digunakan untuk Gedung Pascasarjana, dan dua gedung lagi akan kita buat tahun ini dengan anggaran mencapai 50 milyar,”ungkapnya.

Mudofir juga menyampaikan “IAIN Surakarta mempunyai 25 Prodi Strata-1 yang 8 diantaranya ter-akreditasi A, 3 Prodi Strata-2 dan 1 Prodi Strata-3 yang akan dibuka pada bulan Juni Tahun ini”.

Sementara itu di sesi tanya jawab Indraswariswati dari SMA 6 Surakarta bertanya mengenai program beasiswa bidik misi di PTKIN khususnya IAIN Surakarta sendiri seperti apa? karena untuk PTKIN berbeda dengan jalur PTN. Hal yang sama ditnyakan dari Salah seorang Guru MAN 1 Ngawi mengenai beasiswa bidik misi apakah seluruhnya secara online atau masih tersedia cara offline?

Menanggapi pertanyaan tersebut Rektor menyampaikan “Bidik misi dibuka setelah dinyatakan diterima di PTKIN. Bidik misi lebih ketat seleksinya karena sekarang sudah menggunakan software khusus untuk menyeleksi. Siapa-siapa yang dianggap telah lolos seleksi administrasi oleh software tersebut lalu kita survey rumahnya untuk memastikan kevalidan data tersebut, jadi seleksi dilakukan secara objektif dan profesional sesuai aturan”. (Zat/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.