Bg

IAIN Surakarta Menjadi Rujukan, Kali Ini STAI Ibnu Rusyd Lampung Yang Datang

Diterbitkan tanggal 22 Februari 2018

SINAR- Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Rusyd Kabupaten Lampung Utara mengunjungi IAIN Surakarta pada Kamis, (22/2). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan membawa rombongan sejumlah 70 orang mahasiswa beserta dosen pendamping. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) di Aula Rektorat Lantai 3.

Wakil Dekan Bidang Akademik FITK    Dr. Khuriyah, S.Ag., M.Pd dalam sambutanya menjelaskan “FITK merupakan fakultas favorit mahasiswa, memililki mahasiswa terbanyak ada sekitar 5000 an mahasiswa dengan 11 jurusan. Dari 11 jurusan tersebut empat diantaranya telah terakreditasi A yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI)”.

Sementara itu Pimpinan STAI Ibnu Rusyd Drs. A. Ridwan A.L, M.Pdi yang turut serta mendampingi rombongan menjelaskan “kegiatan ini merupakan serangkaian KKL untuk mahasiswa PAI dan PIAUD semester 5 dan 7 setelah sebelumnya menyelesaikan PPL, dan IAIN Surakarta menjadi salah satu pilihan kunjungan kami setelah sebelumnya mengunjungi Yayasan Nur Hidayah”. Kami tertarik dengan perkembangan IAIN Surakarta yang begitu pesat terutama pada jurusan PAI dan PIAUD, bagaimana pengelolaannya apalagi dengan ribuan mahasiswa dll. Diakhir sambutan Ridwan menyampaikan terima kasih atas penyambuatan yang luar biasa yang bisa kami contoh kedepan dalam hal penyambutan tamu”

Menanggapi hal tersebut Drs. Suluri, M.Pd. selaku Kajur PAI yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan “PAI harus mempunyai konsentrasi ilmu keahlian yang merujuk pada mapel misalnya konsentrasi aqidah akhlak, quran hadits dan ski sehingga mahasiswa menjadi lebih matang dan benar-benar ahli pada bidang masing-masing”.

Sedangkan Drs. Subandji, M.Ag. yang merupakan Kajur PIAUD menyampaikan motto dari PIAUD IAIN Surakarta “Be singular but plural artinya jadilah tunggal namun jamak disini maksudnya walaupun satu orang namun harus memiliki berbagai keahlian”. (Zat/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Dok: Nasyath

Komentar ditutup.