Bg

Matangkan Program S2 HES, Fakultas Syariah Undang para Pakar

Diterbitkan tanggal 3 Maret 2018

SINAR- Fakultas Syariah (Fasya) IAIN Surakarta mengundang para pakar dari kalangan akademisi dan praktisi hukum guna memantapkan Program S2 Hukum Ekonomi Syariah (HES), Sabtu (03/03). Acara yang bertempat di ruang rapat Fasya ini dikemas dalam tajuk “Workshop Kurikulum dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Semester (RPPS) S2 Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah IAIN Surakarta”.

Di awal acara, Dekan Fasya Dr. M. Usman, S.Ag., M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Fakultas Syariah pada tahun 2017 sudah resmi menerima SK untuk membuka Program S2 HES. Sehingga saat ini Fasya memiliki 4 prodi S1 (HES, HKI, HPI dan MAZAWA) dan S2 HES. Agar amanah ini bisa dijalankan dengan baik, maka harus disempurnakan pirantinya. “Kami mengundang para akademisi dan praktisi termasuk para hakim dari pengadilan Agama Karanganyar dan Klaten untuk memberikan masukan kurikulum apa yang sesuai. Target pada kesempatan ini yaitu kurikulum dan mata kuliah di S2 HES ini dapat terwujud”, demikian disampaikannya saat membuka acara.

Rektor IAIN Surakarta Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd. angkat topi atas kerja cepat dan cerdas Fasya dalam menyiapkan Program S2 HES selama ini. “Saya menghargai, ini sebagai upaya memantapkan program S2 HES di Fakultas Syariah”, ucapnya. Soal kurikulum, Rektor banyak memberikan masukan. “S2 HES ini, saya berharap lembaga dapat memberikan akses kepada mahasiswa untuk bergaul di luar dan berkiprah seluas luasnya. Sehingga dapat berinteraksi secara luas. Secara kelembagaan harus mendorong itu dengan memberikan kemudahan kemudahan. Mahasiswa didorong untuk membuat karya-karya ilmiah. Kita memberikan fasilitas ke sana”, paparnya saat dimintai masukan mengenai kurikulum S2 HES oleh Dekan Fasya. Sebagai penyambung lidah kementerian Agama, Rektor juga menyampaikan agar kurikulum tidak lepas dari nilai Islam dan kebangsaan.

“Kelebihannya adalah harus menampilkan Islam Nusantara. Kurikulum harus mengaitkan agama dengan negara, tidak berdiri sendiri. Karena salah satu penyumbang terbesar PTKIN bagi negara adalah menjaga stabilitas negara. Saya juga ingin menyampaikan pesan dari kementerian agama diantaranya bahwa mahasiswa kita ini juga harus ikut berkontribusi apapun bentuknya. Dalam konteks ini misalnya mempromosikan pemikiran atau karya yang mengedepankan nilai-nilai Islam, kebangsaan dan kemanusiaan”, tambahnya.

Sementara soal profil lulusan, Rektor menggarisbawahi bahwa penyelenggarakan S2 HES harus terserap dalam dunia kerja, dalam pasar-pasar yang tersedia. Ia juga menyinggung mengenai teknis perkuliahan. Sebagai semangat, ia ingin agar perkuliahan nanti dilaksanakan di Pakis dengan program baru, semangat baru dan gedung baru.

Dr. H. Syafiq Mahmadah Hanafi, M.Ag., salah satu narasumber dalam workshop tersebut sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga, juga memberikan banyak masukan. Demikian juga juga para hakim dari pengadilan agama yang hadir ikut memberikan masukan. Mulai dari visi-misi, kurikulum, profil lulusan, persyaratan teknis hingga mengingatkan mulai menyiapkan akreditasi agar tidak timbul masalah di depan nanti. Setelah mendengar berbagai masukan dari narasumber dan para praktisi hukum, peserta workshop yang terdiri dari para pimpinan dan para dosen Fasya membahas dan mematangkan draf visi-misi, tujuan dan profil lulusan untuk dijadikan pedoman ke depan.  (Zat/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Sumber: Winarto

Editor: Joni. R

Komentar ditutup.