Bg

SAMBUTAN REKTOR PADA WISUDA KE 39 IAIN SURAKARTA

Diterbitkan tanggal 6 Oktober 2018

Rektor IAIN Surakarta

Dr.H.Mudofir,S.Ag.,M.Pd

 

Yth. Ketua Senat beserta anggota
Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi se-Eks Karesidenan Surakarta
Yth. Dan Grup II Kopassus Kartasura
Yth. Dan Lanud Adi Sucipto
Yth. Muspika Kartasura
Yth. Pimpinan Lembaga-Lembaga Mitra
Yth. Kepala Kantor Kementerian Agama se-Solo Raya
Yth. Wali Wisudawan/Wisudawati beserta Para Wisudawan/Wisudawati

Assalamu’alaikum wr. wb.
Dengan sepenuh hati, marilah kita panjatkan syukur atas karunia dan rahmat Allah swt., sehingga pada hari ini kita semua dapat hadir dalam acara Wisuda Sarjana dan Magister ke-38 dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Semoga kesehatan dan keberkahan tetap menyertai kita semua sehingga akhir hayat. Amin ya rabbal ‘alamin.
Tema wisuda kali ini adalah “Seperempat Abad IAIN Surakarta Mengabdi Untuk Bangsa”. Tema ini menegaskan perjalanan sejarah IAIN Surakarta yang telah melewati seperempat abad sejak berdiri pada 12 September 1992. Seperempat abad atau 25 tahun bukanlah hanya waktu kronologis tanpa makna, tapi juga merupakan waktu historis yang di dalamnya ada proses perjuangan, pengabdian, dan kontribusi IAIN Surakarta kepada umat dan bangsa. Seperti usia biologis sebuah generasi, usia 25 tahun adalah usia penuh mimpi dan karya: penuh gejolak dengan darah menggelegar dan jantung berdegup. Ia menyimbolkan suatu asa generasi baru yang siap menghadapi tantangan-tantangan, menjemput, dan menciptakan peluang-peluang yang tersedia di masa depan.
Karena itu, perjalanan sejarah seperempat abad IAIN Surakarta layak disegarkan kembali agar kontribusi, peran, dan pengabdiannya dapat diteruskan dan ditingkatkan lagi. Kalau kita bicara IAIN Surakarta berarti kita bicara aspek akademik dan non-akademik yang meliputi dosen, tenaga kependidikan, kurikulum, sarana-prasarana, visi-misi, anggaran, dan lain sebagainya. Semua itu membentuk kesatuan organik yang kinerja dan kiprahnya amat ditentukan oleh keikhlasan, dedikasi, semangat, dan komitmen para fungsionarisnya. Jadi aspek manusialah yang paling menentukan kualitas kontribusi sebuah lembaga untuk bangsa. Maka tepat jika Allah menjuluki manusia sebagai wakil-Nya atau khalifatullah fil ‘ardh (wakil Allah di muka bumi). Gelar khalifatullah fil ‘ardh hanya akan layak disandang oleh kita jika dalam perjalanan peran kita sebagai fungsionaris, dosen dan tenaga kependidikan dipenuhi dedikasi tinggi, bekerja tuntas, mengikuti prinsip good and clean governance, dan penuh amanah. Dengan nilai-nilai ‘khalifatullah fil ‘ardh’ inilah, saya kira, IAIN Surakarta akan sukses dalam menghasilkan lulusan-lulusan yang bermoral tinggi, berdaya saing, dan profesional.
Selanjutnya, nilai-nilai amanah, komitmen, bermoral tinggi, jujur, saling percaya, dan kerja sama—sebagai kandungan khalifatullah fil ‘ardh—dapat menentukan cara berfikir yang benar; cara berfikir yang benar dapat menghasilkan tindakan yang benar; selanjutnya tindakan yang benar dapat menghasilkan kepuasan; dan kepuasan dapat menghasilkan pengakuan. Inilah cita-cita yang terus IAIN Surakarta tanamkan dan perjuangkan selama seperempat abad terakhir. Kami sebagai generasi ke-8—jika dihitung dari periode empat tahunan kepemimpinan sejak tahun 1992—mewarisi DNA nilai-nilai khalifatullah fil ‘ardh itu. DNA yang positif dan konstruktif ini harus dirawat dan ditingkatkan lagi agar cita-cita itu terwujud serta menjadi legacy bagi generasi berikutnya di masa depan.
Kini setelah seperempat abad berjalan, kita tiba di sebuah jaman yang telah berubah. Jaman yang telah memindahkan pandangan dunia lama ke pandangan dunia baru. Kita memasuki era Revolusi Industri 4.0 dengan ciri-ciri serba internet (internet of things), keterhubungan, jaringan, artificial intellegence, kecepatan, serba digital, dan matinya tren (trend break) yang terjadi dengan cepatnya. Semua itu, menuntut inovasi-inovasi yang berkelanjutan. Juga menuntut kerja sama seluas-luasnya dengan jaringan dunia agar IAIN Surakarta tetap survive dan tidak memfosil atau menjadi fosil yang terlupakan oleh sejarah. Tuntutan-tuntutan menantang inilah yang kini terus dikejar. IAIN Surakarta, misalnya, menerapkan penganggaran dan perencanaan berbasis akreditasi. Artinya, seluruh anggaran dan perencanaan diarahkan untuk memenuhi tujuan-tujuan akreditasi. Akreditasi adalah ukuran nasional di bidang pendidikan yang mengakui terpenuhinya standar-satandar yang telah ditentukan. Akreditasi yang baik menggambarkan sebuah lembaga perguruan tinggi tertentu telah memenuhi standar-standar yang dipersyaratkan untuk menghadapi tantangan-tantangan masa kini dan masa depan dengan seluruh seluk-beluknya. Peter Drucker pernah bilang, “if you can’t measure it, you can’t improve it’ (jika Anda tidak bisa mengukurnya, Anda tak akan bisa memperbaikinya). Jadi, melalui ukuran-ukuran akreditasi nasional dan juga dunia kita bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan dan selanjutnya dapat meningkatkan lagi di masa depan. Kekurangan-kekurangan itu segera dapat diperbaiki dan kualitas-kualitas positif yang telah dicapai dapat ditingkatkan lagi.

Hadirin yang berbahagia!
Setelah seperempat abad berlalu, IAIN Surakarta telah mengalami perubahan-perubahan baik kuantitas maupun kualitas. Jumlah mahasiswa dan jumlah sarana-prasarana telah mengalami peningkatan tajam dalam rentang 25 tahun. Jumlah mahasiswa yang semula 80 mahasiswa di tahun 1992 kini telah mencapai 15.750 di tahun 2018. Dari hanya 2 program studi tahun 1992 kini menjadi 27 program studi di tahun 2018. IAIN Surakarta juga telah menambah lebih dari 90 persen sarana-prasarana sejak tahun 1992 yang waktu itu masih menumpang di MAN II Surakarta. Kini sarana-prasarana telah mampu melayani pertambahan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun yang terus mengalami peningkatan. Mulai tahun 2018, IAIN Surakarta memiliki program S3 yang menyediakan layanan pendidikan untuk program doktor. Selain itu, IAIN Surakarta dalam tiga tahun terakhir menjadi kampus terpavorit dalam kategori IAIN seluruh Indonesia karena mencapai pendaftar terbanyak yang memilih IAIN Surakarta sebagai tujuan pendidikan. Perlu disebutkan bahwa dari sisi akreditasi, IAIN Surakarta telah mengumpulkan 9 program studi terakreditasi A di tahun 2017 dan 2018 yang sejak tahun 2015 belum ada satu pun. Selanjutnya, dalam 2 tahun terakhir IAIN Surakarta memperoleh dana SBSN senilai 80 miliar untuk membangun gedung pendidikan. Ini merupakan sebuah kepercayaan yang harus dimanfaatkan oleh IAIN Surakarta dalam memberikan pelayanan pendidikan sebaik-baiknya dengan standar-standar akreditasi
Semua prestasi ini dapat dicapai berkat kerja sama dan keterlibatan semua pihak dalam bekerja ikhlas dan tuntas. Juga berkat atmosfir kehidupan kampus yang stabil yang didukung oleh nilai-nilai amanah, saling percaya, komitmen tinggi, dan kerja sama yang solid—sebuah nilai-nilai yang harus ada dalam sebuah kepemimpinan khalifatullah fil ‘ard. Kami yakin bahwa jika nilai-nilai ini terus dipertahankan sebagai sebuah ‘ideologi’ dan menjadi DNA dalam kepemimpinan, maka akan menentukan keberhasilan dalam pencapaian visi-misi di masa depan
Karena itu, atas nama Rektor yang berdiri persis di usia 25 tahun IAIN Surakarta, mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya pada para pimpinan IAIN sebelumnya yang telah meletakkan atmosfir yang kondusif dan mewariskan DNA yang baik sehingga saya dapat dengan mudah meneruskan kemajuan-kemajuan berarti. Apresiasi ini juga layak diberikan kepada jajaran pimpinan saat ini, Ketua Senat beserta anggota, para dosen dan tenaga kependidikan, serta para mitra strategis IAIN Surakarta yang telah memungkinkan pencapaian ini. Selain itu, kami bersyukur bahwa dalam sepermpat abad usia IAIN Surakarta telah memberikan sumbangan penting bagi pembangunan umat dan bangsa melalui kiprah para alumninya. Para alumni itu kini telah dipercaya sebagai pemimpin masyarakat baik formal maupun informal. Mereka telah menjadi agent of changes dengan mempromosikan nilai-nilai moral, moderasi Islam, dan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Akhirnya, atas nama pribadi dan rektor saya mengucapkan selamat dan sukses atas diraihnya gelar sarjana dan magister. Semoga pencapaian gelar ini mendorong Saudara-Saudara menjadi manusia yang lebih baik lagi dalam tanggung jawab, kepekaan sosial, dan kebermanfaatannya bagi umat dan bangsa. Semoga Allah menyertai perjalanan kita semua. Amin ya rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Surakarta, 1 Oktober 2018

Rektor,

Dr. H. MUDOFIR ABDULLAH, S.Ag., M.Pd.

Komentar ditutup.