Bg

LP2M Datangkan Profesor Oman Fathurahman untuk Coaching Penulisan Artikel Jurnal

Diterbitkan tanggal 18 Oktober 2018

SINAR- Rabu (17/10/18) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Surakarta mengadakan Workshop Penulisan Artikel Jurnal. Acara yang diadakan di Syariah Hotel Surakarta ini mendatangkan Prof. Oman Fathurahman M.Hum., dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Acara yang digagas oleh puslitbit LP2M ini menjadi sesuatau yang sangat bagus karena mendatangkan kajian social lewat kajian social islam. Dalam sambutan pembukanya, Wakil Rektor II IAIN Surakarta ini sangat mengapresiasi para peneliti dan penulis untuk bias menjadikan workshop ini untuk memacu bagaimana menulis jurnal. Sambutan ini juga menjelaskan bagaimana penulisan jurnal juga berkolaboratif terhadap anggaran penulisan yang ada di IAIN Surakarta. Jangan sampai anggaran yang besar ini akan menjadi muspro (tidak digunakan) dalam outputnya untuk jurnal.
Ketua LP2M, Dr Ismail Yahya, MA dalam sambutannya bahwa kegiatan ini merupakan agenda yang dilakukan oleh LP2M yang harapannya akan menjadikan para peneliti bias menjadikan hasil penelitiannya untuk bisa di muat dalam jurnal, lebih-lebih jurnal terindeks Scopus. Sehingga ada hasil dan ouputnya bisa jelas dan tulisan hasil penelitian itu tidak hanya jadi tumpukan saja di rak-rak perpustakaan.
Dalam paparannya, Prof Oman yang juga pengelola jurnal Studi Islamica ini bias menjadi hal yang bagus bagaimana para peneliti dan mereka yang ingin menulis jurnal, terutama bila kesulitan tema. Banyak tulisan yang ada dalam benak para penulis yang kadang hanya mengalihkan alur dan tempat penelitiannya saja, akan tetapi tidak ada kebaruan. Sehingga tulisan kadang mudah ditebak alurnya dan cenderung perifera atas tulisannya itu.
Padahal penulis itu harus jeli untuk bias melihat ruang-ruang kosong yang belum pernah dituliskan. Sehingga tulisan itu tidak hanya akan menjadi kebaharuan, tetapi akan menjadi yang utama dalam penulisan dan banyak dirujuk orang karena tulisan itu yang mengawalinya.
Poin penting yang terjadi kemudian, perlunya budaya riset yang baik dalam kampus tersebut. Masalahnya kadang bahwa budaya riset harus ditulis dan harus memimkirkan mindsetnya bahwa tulisan itu harus berbudaya riset. Ada juga harus berperiku selalu penasaran atas fenomena yang ada sehingga penulis tanggap dalam fenomena yang terjadi dalam setiap peristiwa dan peneliti harus berani out of the box
Dalam closing-nya Menulis artikel adalah soal mengelola data, artikel yang baik hanya dapat lahirdari data primer yang baik, diracik dengan sikap penasaran (curiosity) dari sang peneliti. (Zat/Humas Pubikasi)#banggaiainsurakarta#suksesAPT-A

Sumber: Latif Kusairi

Komentar ditutup.