Bg

Belajar Tentang Bank Sentral, HMJ PBS IAIN Surakarta Kunjungi Bank Indonesia KPw Surakarta

Diterbitkan tanggal 11 April 2019

SINAR- Kamis, (11/4) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah (PBS) IAIN Surakarta mengadakan kunjungan studi ke Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah (Kpw) Surakarta yang berlokasi di Jl. Jendral Sudirman No 15, Kp. Baru, Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kunjungan ini merupakan salah satu program kerja dari dua devisi pada HMJ PBS, yaitu devisi Keorganisasian dan devisi Kemahasiswaan yang bekerjasama dengan Putra Putri Perbankan Syariah.

Dalam acara kunjungan studi tersebut rombongan diterima oleh lima Staff Bank Indonesia KPw Surakarta  yaitu Ibu Rere, Ibu Ute, Ibu Yuni Herlina, Bapak Andre dan Ibu Sari. Mereka berlima sekaligus sebagai pemateri dalam kunjungan studi tersebut. Pembicara pertama yaitu Ibu Rere, menyampaikan materi tentang kebanksentralan. Di dalam Bank Central Republik Indonesia mempunyai tugas utama yaitu menjaga nilai Rupiah. Dimana ada dua pendekatan yaitu nilai harga barang dan jasa (inflasi) dan menjaga kestabilan terhadap nilai mata uang asing  (kurs). Terdapat tiga tugas pokok atau pilar dalam Bank Central yaitu, Moneter (menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter), Sistem Keuangan (melakukan pengawasan dan pengaturan makroprudensial/ SSK), dan Sistim pembayaran (mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran).

Setelah diberikan pengantar maupun gambaran singkat mengenai bank sentral oleh ibu Rere, kemudian penjelasannya dilanjutkan oleh pembicara yang lain. ibu Ute menyampaikan materi tentang sistem pembayaran serta peran BI dalam sistem pembayaran yaitu pengawasan, perizinan, fasilitator dan perlindungan konsumen, regulator dan operator. Setelah itu disambung oleh Ibu Yuni Herlina, menyampaikan materi tentang kebijakan moneter.

Setelah selesai menjelaskan mengenai kebijakan moneter, materi dilanjut Bapak Andre, yang menyampaikan materi tentang keaslian uang rupiah. Kemudian ditutup oleh Ibu Sari, yang membawakan materi tentang gerakan nasional non tunai biasa disingkat GNNT. GNNT merupakan salah satu gerakan yang baru gencar disosialisasikan BI kepada masyarakat karena memiliki manfaat lebih banyak disbanding dengan uang tunai diataranya yaitu praktis, akses lebih luas, transparansi transakasi, efisiensi rupiah, dan perencanaan ekonomis lebih akurat.  

Para peserta tampak antusian mengikuti materi dari awal hingga terakhir, ini merupakan kegiatan positif karena pembelajaran tidak melulu harus di dalam kelas, selain itu juga lebih mengenalkan BI kepada mahasiswa secara langsung, ungkap ketua HMJ PBS Budi. Semoga dengan adanya kunjungan ini mampu memberikan pengetahuan dan  wawasan mengenai kebanksentralan dan perannya dalam menjaga nilai rupiah. (Zat/Humas Publikasi)#banggaiainsurakarta

Sumber: Afrisa / Divisi Keorganisasian HMJ PBS

Komentar ditutup.