Bg

Bersama Warga Dukuh Mojo, KKN Herosimo Adakan Pengajian Akbar

Diterbitkan tanggal 22 Juli 2019

SINAR- KKN Mandiri Herosimo IAIN Surkarta mengadakan pengajian akbar yang bertempat di depan Masjdi Al-Hidayah Mojo, Wates, Simo, Boyolali pada Sabtu malam (20/7). Penyelenggara menghadirkan pembicara dari pondok pesantren Al-Huda Cepogo, yaitu Gus Atho’illah. Dihadiri oleh tamu undangan dan seluruh warga Desa Wates dengan jumlah perkiraan 1000 jamaah. Acara berjalan lancar ditambah antusias warga sekitar cukup tinggi.

Pagarnusa, Banser, dan Linmas turut serta mengamankan jalanya acara pengajian akbar. Selain itu, acara ini juga didukung oleh Takmir Masjid Al-Hidayah, Karangtaruna dukuh Mojo, dan Masyarakat Wates. Tamu undangan yang hadir antara lain Siti Mukaromah selaku PJ Kelurahan Desa Wates, Serka Purwito  selaku Babinsa Desa Wates, Eko Saputro selaku ketua Banser Simo dan perwakilan pejabat kecamatan.

Acara diawali dengan pembagian hadiah anak-anak TPA. Lalu dilanjutkan maulidan yang dipimpin oleh tim Hadroh Ar-Ridhar. Sekitar satu jam setelahnya Gus Atho’illah naik ke podium. Membahas tentang budaya dan ukhuwah, diamana budaya sudah sewajarnya menjadi pemerat persaudaran. Bukan hanya sesama muslim, namun juga seluruhnya.

Gus Atho’illah juga menyinggung perbedaan paham fiqh yang ada di masyarakat. Menurutnya, tidak menjadi masalah jika muslim berbeda pendapat. Karena pada dasarnya perbedaan itu terletak pada furu’ (cabang) dalam hal amaliah. Lanjutnya, Din dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai agama, sedangkan agama itu berasal dari Bahasa Jawa, yaitu ageman. Dengan kata lain, agama adalah pakaian, pada hakikatnya sebagai seorang muslim pakaiannya sama, namun warnanya memang berbeda, maka itu tidak menjadi permasalahan. Setelah memberikan wejangan, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Atho’illah.

Pengajian akbar ini merupakan program kerja terakhir dari KKN Herosimo IAIN Surkarta. Ini merupakan bentuk komitmen dan jawaban atas persoalan yang ada di masyarakat dukuh Mojo, dimana hampir sepuluh tahun tidak ada pengajian akbar. KKN Herosimo hadir menjawab persoalan dengan memberikan stimulus dengan harapan acara ini dilanjutkan oleh warga setempat. (Gie/Humas Publikasi)

Reporter : Dhima Wahyu S
Editor: Arif Hanifundin, Muhammad Heri

Komentar ditutup.