Bg

Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di IAIN Surakarta

Diterbitkan tanggal 22 Juli 2019

SINAR-  172 pegawai kontrak dan dosen tetap non PNS di lingkungan IAIN Surakarta dihebohkan dengan berkurangnya saldo di rekening masing-masing sesaat setelah masuknya uang gaji bulanan. Ahmad Nugroho salah satu pegawai kontrak di bagian humas dan publikasi IAIN Surakarta megaku bingung karena merasa tidak melakukan aktifitas perbankan namun saldo rekeningnya berkurang. Menindaklanjuti hal tersebut bagian organisasi kepegawaian dan hukum beserta bagian perencanaan dan keuangan IAIN Surakarta memgumpulkan seluruh pegawai kontrak dan dosen tetap non PNS pada Senin (22/7) di Aula Gedung Rektorat Lantai III.

Kapala Bagian Perencanaan dan Keuangan Dra. Hj. Arina Hasbana, M.M menjelaskan bahwa pada tahun ini IAIN Surakarta telah memberikan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan guna memberikan proteksi yang lebih maksimal selain BPJS Kesehatan. Dalam setiap bulan rekening akan dipotong untuk membayar BPJS Ketenagakerjaan yang porsinya telah diatur sesuai dengan Undang-Undang, jadi ada yang ditanggung oleh peserta dan ada yang ditanggung oleh IAIN Surakarta, untuk lebih jelasnya akan dijelaskan dari tim BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat program jaminan perlindungan meliputi Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JPN), dan IAIN Surakarta mengikuti keempat program tersebut, jelas tim dari BPJS Ketenagakerjaan. Empat program tersebut memiliki besaran pembayaran yang berbeda-beda. Untuk JKK dengan tingkat resiko sangat rendah memiliki porsi 0,24% dari total upah yang dibayarkan selama satu bulan. Untuk JKM memiliki porsi 0,30% dari upah. JPM dengan porsi 3% dari upah dan terakhir JHT dengan porsi terbesar 5,7%, jelasnya.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Keuangan dan Perencanaan Dr. Muhammad Munadi selaku Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi Umum mengatakan bahwa setelah IAIN Surakarta memberikan hak-hak pegawai dengan berbagai jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, saatnya untuk meningkatkan kinerja dengan semangat berbuat yang lebih baik untuk IAIN Surakarta jadikan bekerja tidak hanya bermotif materi tapi juga ibadah karena selalu diawasi Allah SWT, ungkapnya. (Zat/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.