Bg

KETERLIBATAN ORANG TUA MAHASISWA DAN MUTU PERGURUAN TINGGI

Diterbitkan tanggal 16 September 2019
Dr. H. Muhammad Munadi, M.Pd (Wakil Rektor ADUM-PK IAIN Surakarta)

Tema tentang judul di atas memang tidak banyak ditemukan dalam bentuk buku, tulisan populer atau bahkan artikel jurnal. Kebanyakan buku yang mengkaji tentang keterlibatan orang tua berkait dengan Pendidikan di bawah Pendidikan tinggi seperti Pendidikan pra sekolah, Pendidikan dasar dan Pendidikan menengah. Istilahnyapun jikga dilacak dalam Bahasa Inggris sangat bervariasi. Ada yang menyebut sebagai  participation, involvement, dan engagement.

Partisipasi menurut Muhammad Munadi (2008:275) yang mendasarkan pada pendapat Marsh lebih bersifat aktif dalam mempengaruhi keputusan dari semua pihak dalam segala hal yang berkaitan dengan sekolah – baik kebijakan sekolah, formasi kepegawaian, pengembangan profesional staf, anggaran, tanah dan bangunan, pengelolaan sumber daya serta kurikulum sekolah. Pengertian engagement dibuat  Australian Research Alliance for Children & Youth for the Family-School and Community Partnerships Bureau (Jennifer Larson, 2017) menyebutkan “Parental engagement consists of partnerships between families, schools and communities, raising parental awareness of the benefits of engaging in their children’s education, and providing them with the skills to do so.” Pendapat ini menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam rangka meningkatkan kesadaran orang tua tentang manfaat terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka, dan memberikan mereka keterampilan untuk melakukannya. Sedangkan istilah ……. parent involvement tends to focus on getting parents to show up for school activities, it is important to note there are many benefits associated with implementing an effective program (Jennifer Larson, 2017). Istilah involvement cenderung fokus pada membuat orang tua muncul dalam kegiatan sekolah, penting untuk dicatat ada banyak manfaat yang terkait dengan pelaksanaan program yang efektif.

Ketiga istilah tersebut saling bertautan dan beririsan dalam kerangka pengembangan mutu Lembaga dan peserta didik pada jenjang apapun. Keterlibatan orang tua mahasiswa menurut pendapat Mehvash Ali (2017) bahwa orang tua mahasiswa saat ini lebih terlibat daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan menurut penelitian Mehak Arshad,  Erum Shahzadi  and Azhar Mahmood. (2016:303) bahwa Most of the students feel uncomfortable with this sudden change, some become independent in their choices and decisions and some choose wrong activities. Ketika seorang siswa tiba-tiba harus berpindah dari sekolah ke perguruan tinggi, ada perubahan besar mengenai gaya belajar, lingkungan, kebebasan, dosen dan mata kuliah.  Sebagian besar mereka merasa tidak nyaman dengan perubahan mendadak ini, beberapa menjadi mandiri dalam pilihan dan keputusan mereka dan beberapa memilih kegiatan yang salah. Disinilah diperlukan interaksi antara orang tua, guru dan siswa untuk menghindari masalah seperti itu. Pratisha Padmasri Deka  (2016:63) berpendapat orang tua harus dilihat sebagai mitra pendamping dan sumber daya untuk memenuhi tujuan pendidikan tinggi; perguruan tinggi dan universitas akan lebih baik mencari cara untuk memanfaatkan keterlibatan orang tua daripada mencoba untuk mencegahnya. Disamping itu menurut penelitian Edelman (2013:3-4)  menunjukkan bahwa para siswa dapat bertransisi ke perguruan tinggi dengan lebih mudah dan lebih nyaman dalam mengambil risiko, bertemu dengan orang baru, dan mengalami lingkungan baru.

Dalam konteks Indonesia keterlibatan orang tua terlihat pada penelitian Alfikalia Alfikalia. (2017) bahwa Lima bentuk keterlibatan orangtua dalam pendidikan mahasiswa yaitu mendukung secara finansial, memberikan dukungan emosional, memonitor studi, memberikan saran/nasehat, memberikan dukunganmaterial, memilih jurusan, membantu dalam pembelajaran, serta menentukan sekolah.

Orang tua bisa menjadi elemen positif dalam pendidikan tinggi saat berperan sebagai berikut:

  1. Understand the student experience and are aware of the resources available on campus
  2. Understand and support the institution’s goals for student development and learning
  3. Know when to step in to help their student and when to empower their student to take responsibility
  4. Develop an affinity for the institution, participate in campus events, help other parents understand the student experience, and support higher education and the institution (Marjorie Savage, 2009:3).

Orang tua mahasiswa harus bisa memahami pengalaman mahasiswa dan menyadari sumber daya yang tersedia di kampus, memahami dan mendukung tujuan lembaga untuk pengembangan dan pembelajaran mahasiswa, mengetahui kapan harus turun tangan untuk membantu anak mereka dan kapan harus memberdayakan mahasiswa mereka untuk bertanggung jawab serta mengembangkan afinitas untuk institusi, berpartisipasi dalam acara-acara kampus, membantu orang tua dalam memahami pengalaman mahasiswa, dan mendukung institusi pendidikan tinggi.

Pendapat ini menunjukkan bahwa orang tua mahasiswa dan perguruan tinggi harus berkolaborasi dalam pengembangan pembelajaran dan karakter mahasiswa secara langsung maupun tidak langsung. Wujud keterlibatan orang tua mahasiswa bisa mengacu pada hasil penelitian disertasi Kelly Matthew Austin (2011:v) yang menemukan hasil sebagai berikut : Orang tua dapat memberi dukungan akademik secara langung pada anak-anak mereka dalam kuliah sesuai latar belakang pendidikan mereka sendiri. Selanjutnya, orang tua bisa memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi dalam kegiatan ekstrakurikuler, hal ini bisa menjadi faktor penting dalam pengembangan aspirasi pendidikan anak mereka.

Indonesia mengatur keterlibatan orang tua di perguruan tinggi tercantum dalam UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pengaturannya terdapat dalam pasal 76 ayat 3 dan pasal 86 ayat 2. Namun sayangnya keterlibatan orang tua mahasiswa baru sebatas pada pendanaan pendidikan. Ini agak berbeda dengan amanat UU No. 20 tahun 2003 yang mengatur lebih luas keterlibatan orang tua dalam Pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Dewan Pendidikan ataupun Komite Sekolah/Madrasah. Keterlibatannya diantaranya berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan Pendidikan anaknya (pasal 7), pengembangan kurikulum (pasal 38), peningkatan mutu satuan Pendidikan (pasal 56), serta pengawasan Pendidikan (pasal 66).  Begitu urgensinya organisasi orang tua mahasiswa, beberapa perguruan tinggi sudah membentuk ikatan orang tua mahasiswa diantaranya ITB sudah sejak awal orde baru yaitu pada tahun 1968.

Berdasar kebijakan yang ada, hasil penelitian di atas, serta pengalaman perguruan tinggi dalam melibatkan orang tua mahasiswa banyak perguruan tinggi yang membentuk organisasi orang tua mahasiswa. Organisas tersebut diantaranya dinamai ikatan orang tua mahasiswa atau disingkat IOM. Penbentukannya ada yang berkedudukan di  perguruan tinggi saja tetapi ada juga yang memiliki organisasi yang tidak hanya berada di tingkat perguruan tinggi tetapi juga di tempat tinggal orang tua mahasiswa. Organisasinya meliputi Pengurus Pusat, Pengurus Cabang Daerah, serta Pengurus Cabang Fakultas/Sekolah. Disamping itu organisasinya memiliki visi, misi, AD/ART serta program kerja yang lengkap sehingga bisa membantu peningkatan mutu perguruan tinggi dan mahasiswa. Ikatan Orang tua Mahasiswa berfungsi sebagai mitra Pimpinan perguraun tinggi, khususnya dalam pembinaan kelangsungan pendidikan, yang bersifat sosial dan kekeluargaan,  bertujuan ikut serta membina mahasiswa dengan menjalin hubungan antar sesama orangtua mahasiswa, menghimpun, menampung dan menyalurkan daya dan dana.

IAIN Surakarta sudah memulai inisiasi pertemuan orang tua mahasiswa pada tahun 2018 di tingkatan fakultas namun belum semua menyelenggarakannya untuk mengenalkan program-program bagi peningkatan mutu mahasiswa. Sangat menarik jika pertemuan ini bisa ditindaklanjuti dengan pembentukan pengurus orang tua mahasiswa sehingga bisa membantu kesuksesan studi mahasiswa. Semoga.

Rujukan    

Alfikalia Alfikalia. (2017). Keterlibatan Orangtua Dalam Pendidikan Mahasiswa Di Perguruan Tinggi. Inquiry: Jurnal Ilmiah  Psikologi. Vol 8, No 1 (2017). http://journal.paramadina.ac.id/index.php/inquiry/article/view/128

Edelman, Lauren, “The Effects of Parental Involvement on the College Student Transition: A Qualitative Study at a Large Midwestern University” (2013). Educational Administration: Theses, Dissertations, and Student Research. 132. http://digitalcommons.unl.edu/cehsedaddiss/132

Jennifer Larson. (2017). Engagement vs. Involvement: Building an Inclusive School Community. https://hivedm.com/engagement-vs-involvement-building-an-inclusive-school-community/

Kelly Matthew Austin. (2011). Parental Influences On First-Generation College Students: Case Studies Of Enrollment And Persistence. Dissertation of Doctor of Philosophy University of Pittsburgh. https://core.ac.uk/download/pdf/12206567.pdf

Marjorie Savage. (2009). The Case for Parental Involvement during the College Years.  https://www.stetson.edu/law/conferences/highered/archive/media/higher-ed-archives-2009/i-savage-case-for-parental-involvement.pdf

Mehak Arshad,  Erum Shahzadi  and Azhar Mahmood. (2016). Parents Involvement at University Level Education: Students Perception in Under Developing Country. European Scientific Journal August 2016 edition vol.12, No.22. URL:http://dx.doi.org/10.19044/esj.2016.v12n22p294.

 Mehyash Ali (2017). Parental Involvement in Hihger Education: A Perspective from United Arab Emirates. August 23, 2017. https://nacada.ksu.edu/Resources/Academic-Advising-Today/View-Articles/Parental-Involvement-in-Higher-Education-A-Perspective-from-United-Arab-Emirates.aspx

Muhammad Munadi (2008). Community Participation In The Public Policy Making In Education Sector In Surakarta Municipality.  Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Nomor 2, Tahun XII, 2008. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpep/article/view/1431/1219

Pratisha Padmasri Deka. (2016). A study on parental involvement in higher level of education: voices of parents and students in Pub-Kamrup College and Patidarrang College, Kamrup district. The Clarion Volume 5 Number 1 (2016) PP 57-64.  https://www.researchgate.net/publication/292336897

http://iom.itb.ac.id/

https://go.stp-bandung.ac.id/

Students’ Parents Association (Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM))

Komentar ditutup.