Bg

BJ Habibie dan Keberadaan

Diterbitkan tanggal 17 September 2019
Prof.Dr.H.Mudofir,S.Ag.,M.Pd
(Guru Besar Ilmu Pengkajian Islam dan Rektor IAIN Surakarta)

BJ Habibie telah lepas landas menuju keabadian. Beliau adalah Seorang tokoh jenius dan unik dengan prestasi-prestasi hidup luar biasa bagi bangsanya. Kepergiannya ditangisi seluruh warga dari berbagai agama, suku, ras, dan golongan—menunjukkan posisinya dapat diterima oleh semua kalangan. Pemikiran dan tindakannya melampaui golongan dan menjadi teladan bagi generasi muda yang hidup dalam kemajemukan mereka.

Di mata saya, dan mungkin semua warga bangsa, BJ Habibie sangat unik. Beliau jenius, saintis kelas dunia, saleh, santri, pandai mengaji, tetapi juga terbuka terhadap semua pemikiran dengan tetap kritis. Kesalehannya tak membatasinya untuk bergaul dengan semuanya. Karakteristik BJ Habibie yang demikian ini menepis sebuah teori yang mengatakan bahwa makin saleh dan relijius seseorang, maka ia akan makin radikal dan makin kaku.

BJ Habibie telah mematahkan teori itu. Bukankah kini begitu banyak orang tidak tahan goyangan pendulum pandangan dunia atau agama yang terlalu kanan atau terlalu kiri? Yang terlalu saleh pergi ke kanan dan yang terlalu liberal berlari ke kiri. Kanan dan kiri kini terus berkonflik dalam arena sosial-politik, sementara yang moderat menjadi silent majority pasif yang membosankan.

Keunikan BJ Habibie inilah yang membuat kepergiannya, bagi saya, menyentak eksistensialisme—ihwal keberadaan. Ada bagian yang terasa tercerabut dari eksistensi hidup. Meskipun ini tidak berlaku bagi Habibie. Eksistensi Habibie adalah situasi konkrit dia sebagai subyek dalam dunia. Namun kepergiannya, tak serta-merta hilang. Esensi-esensi Habibie telah mengisi ruang-ruang memori kolektif bangsa.

Esensi-esensi Habibie yang mengejawantah dalam karya-karya, dedikasi, dan keteladan pikiran serta tindakan masih terus bereksistensi dalam tubuh-tubuh anak bangsa. DNA Habibie telah mengalir secara sosiologis ke masyarakat Indonesia modern.

Saya membaca beberapa buku tentang kisah Habibie. Kisah hidupnya sangat inspiratif dan sangat menggugah. Episode demi episode kisahnya merupakan sebuah ‘journey of life’—meminjam istilah Martin Lings. Bacaannya yang kuat dan luas serta pendidikan keluarga yang sangat disiplin adalah upaya-upaya Habibie mengisi eksistensinya hingga menjadi tokoh bangsa.

Perlu dicatat, eksistensi manusia mendahului esensinya. Sementara pada binatang, esensinya mendahului eksistensinya. Saat anak-anak manusia lahir, dia bereksistensi tapi tanpa esensi, sangat lemah dan tidak tahu apa-apa. Esensinya diisi dengan pendidikan, belajar, bekerja keras, dan riset dalam perjalanan hidup. Hanya dengan tahap-tahap seperti inilah, eksistensi manusia terisi esensinya. Jika tidak, manusia seperti seonggok daging berjalan tanpa esensi.

BJ Habibie telah meninggalkan jejak-jejak esensi sepanjang hidupnya selama 83 tahun dan akan terus ada dalam DNA sosiologis di masyarakat, meski pun secara eksistensial telah tiada. Dalam jajaran tokoh Indonesia modern, Habibie telah mencatatkan sejarah emas. Di masa pemerintahannya yang singkat, Habibie telah membuka kran kebebasan pers dan berdirinya partai-partai.

Beliau juga telah berjasa membangun industri-industri strategis dan menyadarkan perlunya teknologi sebagai program pembangunan. Visi kebangsaannya adalah visi tentang Indonesia modern yang dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain, termasuk di bidang teknologi. Pesawat karyanya, Gatot Kaca, terbang di angkasa pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-50. Peristiwa ini dicatat sebagai peristiwa bersejarah.

Saya setuju pernyataan bahwa ‘the world history is the history of big man’. Sejarah dunia, pada dasarnya, adalah sejarah tentang ornag-orang besar. BJ Habibie adalah salah satu di antaranya. Namun demikian, penting untuk dicatat, tidak ada tokoh yang sempurna.

Setiap tokoh pasti punya kelebihan dan kekurangan. Kearifan bangsa mengajarkan agar kita pandai ‘mikul dhuwur, mendem jero’—menjunjung tinggi kebaikan, dan menyimpan dalam-dalam ketidaksempurnaan yang ada. Ini adalah ajaran luhur yang harus ditanamkan dalam kehidupan kita sebagai bangsa. Semoga Allah swt, menempatkan alm BJ Habibie di tempat yang terbaik sesuai dengan dharma baktinya kepada bangsa, negara, agama, dan kemanusiaan.

Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul BJ Habibie dan Keberadaan, https://batam.tribunnews.com/2019/09/14/bj-habibie-dan-keberadaan?page=all.

Editor: Rio Batubara

Komentar ditutup.