Bg

Program Digital Technologies for Academic Learning and Research Short Course di Charles Darwin University Australia P2B IAIN Surakarta

Diterbitkan tanggal 29 November 2019

SINAR- Jumat- Kamis (22-28/11), Pusat Pegembangan Bahasa (P2B) IAIN Surakarta mengirim para dosen untuk mengikuti program Digital Technologies for Academic Learning and Research Short Course di Charles Darwin University Australia. Delegasi terdiri dosen yang juga memiliki tanggung jawab terhadap pengembangan Pembelajaran Bahasa Inggris dan Research tentang Pembelajaran Bahasa Inggris di IAIN Surakarta yang dari terdiri dari Kepala Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) Supandi, S.Ag. M.Ag, Koordinator divisi bahasa Inggris P2B yang juga Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Zainal ‘Arifin, S.Pd. M.Pd., Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Tarbiyah, Dr. Imroatus Solikhah, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidkan Bahasa Inggris, Budiasih, S.Pd., M.Hum., dan Ketua Unit Penerbitan Jurnal Bahasa dan Sastra, Leksema, Fakultas Adab dan Bahasa, Muhammad Zainal Muttaqien, S.Pd., M.Hum.

Materi short course diawali dengan orientasi terhadap peradaban dan kebudayaan masyarakat Darwin yang multikultural dengan city tour dan kunjungan ke Museum and Art  Gallery Northen Territory Selama city tour dan kunjungan ke Museum tersebut para peserta short course mendapatkan gambaran kehidupan masyarakat asli Darwin yang mereka sebut Larrakia yaitu sukubangsa Aborigin yang memiliki keterkaian erat dengan masyarakat Makassar sebagai nenek moyang mereka. Bahasa suku Larrakia di Darwin bahkan masih memiliki istilah istilah yang sama peris dengan bahasa Indonesia atau bahasa Makassar. Di Meseum tersebut juga digambarkan bagaimana kisah pilu masyarakat Darwin saat terjadi badai tropis yang disebut Cyclone Tracy yang meluluh lantakkan kota Darwin Northen Territory Australia pada tanggal 24 to 26 Desember 1974. Selain itu para peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan kehidupan buaya air asin yang cenderung sebagai hewan pemangsa manusia yang hidup liar di pantai dan sungai sungai di Northen Teritory sebagai produk atraksi wisata Jumping Crocodile yang menjanjikan.

Delegasi juga diajak berkunjung ke Darwin Mosque untuk setiap harinya melaksanakan sholat rowatib berjamaah dan bersilaturahmi dengan penduduk muslim di Darwin dan menyaksikan dinamika kegiatan keagamaan yang di masjid dan Islamic Community Hall yang berada di komplek masjid. Masyarakat Darwin yang multikultural hidup dalam suasana damai dan toleransi keberagaman yang tinggi sehingga kehidupan masayarakat umat beragama Islam di Darwin khsusnya dan Northen Territory  pada umumnya dapat berkembang dari tahun ke tahun.

Materi dilanjutkan di kampus CDU dengan teori dan praktik Digital Technologies for Learning & Research. Teori dan praktik diberikan oleh pakar pakar yang ahli dibidangnya diantaranya oleh Professor Gerg Shaw, Professor Simon Moss , Dr. Birut Zemits, Dr. Betty Noad, Dr. Nicola Rolls, Dr. Jon Mason, dan Kelly George, Elli Keegan and Adelle. Materi yang diberikan meliputi Introduction to CDU The Role of Technologies in Academic Learning, The Top Insights about Research, Research Technique, The Annotated Bibliography, Reading Discussion- Synthesising Information Assesment Rubric, Blackboard Collaborate Online Class-Referencing, research and Writing for Academic Purposes, Writing Retreet bersama para candidat PHD di CDU.

Di hari terkhir sebelum kembali ke Indonesia, delegasi IAIN Surakarta bersama Tim dari CDU berkunjung ke kantor Konsulat Republik Indonesia di Darwin. Disana Rombongan disambut oleh Consul Dicky dan para staff. Beliau menyampaikan ucapan selamat atas terlaksananya short course  di CDU dan beliau menyarankan agar program short course untuk tahap berikutnya sebaiknya berdurasi minimal 2 minggu sehingga pemahaman budaya dan pengalaman belajar dapat lebih efektif. Kunjungan diakhiri dengan penyerahan sertifikat Short Course oleh Dr. Jon Mason dari CDU yang disaksikan oleh Consul Dicky. (Gie/Humas Publikasi)

Sumber: Zainal ‘Arifin, S.Pd., M.Pd.

Komentar ditutup.