Bg

Almuni Prodi AFI IAIN Surakarta Menjadi 5 Periset Terbaik di BCRR Bandung 2019

Diterbitkan tanggal 5 Desember 2019
Muzayyin Ahyar

SINAR- Almuni Program Studi Akidah dan Filsafat Islam (AFI) Tahun 2013 IAIN Surakarta masuk sebagai 5 besar periset terbaik di Biannual Conference on Research Result (BCRR) Bandung 2019. Acara penganugerahan ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Kegiatan penilaian hasil riset terbaik tersebut diinisiasi oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan kali pertama dilaksanakan di UIN Sunan Gunung Djati.

Rabu (4/12) malam menjadi malam pengumuman dan penganugerahan lima periset terbaik diantara 25 nominee periset hasil seleksi dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Hal yang membanggakan bagi civitas akademika IAIN Surakarta adalah terpilihnya Muzzayin Ahyar sebagai lima besar periset terbaik BCRR 2019. Muzzayin Ahyar yang saat ini bertugas di IAIN Samarinda telah mengalahkan para dosennya dari IAIN Surakarta. Namun demikian kebanggaan seorang guru adalah ketika melihat anak didiknya menjadi lebih baik dari dirinya. Inilah yang dirasakan IAIN Surakarta.

Lima periset yang terpilih sebagai Penelitian Terbaik Utama adalah sebagai berikut:

  1. Mada Sanjaya W.S. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan judul riset Integrasi Ilmu Falaq, Sains dan Teknologi Robot dalam Perancangan Alat Ukur Arah Kiblat Portable Menggunakan Metode al-Biruni dalam Kitab Tahdid Nihayat al-Amakin.
  2. Aksin (IAIN Ponorogo). Judul riset Dari Membela Tuhan ke Membela Manusia (Kritik Atas Nalar Agamaisasi Kekerasan).
  3. Muzayyin Ahyar (IAIN Samarinda). Judul riset Aksi Bela Islam: Kliktifisme Islam dan Otoritas Baru Propaganda Agama di Era Milenial di Indonesia. 
  4. Hasniah Aliah (UIN Sunan Gunung Djati Bandung). Judul riset Fabrikasi Semikonduktor Keramik ZnxFe2x03:Mn Berbahan Alam Lokal sebagai Sensor Alkohol dan Formalin.
  5. Agus Salim (UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi). Judul riset Dari Netral-Pasif ke Netral-Aktif: Melacak Jejak-Jejak Justifikasi Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam Mengadvokasi Identitas Islam Moderat.

Sementara itu, yang masuk sebagai 20 peneliti terbaik adalah sebagai berikut:

  1. Agus Zaenul Fitri (IAIN Tulungagung).
  2. Ahmad Ali Nurdin (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
  3. Ahmad Sihabul Millah (Institut Ilmu Al-Qur’an [IIQ] An-Nur Yogyakarta)
  4. Amirah Diniaty (UIN Sultan Syarif Kasim Riau)
  5. Asep Saepudin Jahar (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
  6. Asti Meiza (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
  7. Budiyono Saputro (IAIN Salatiga)
  8. Erna Iftanti (IAIN Tulungagung)
  9. Flori Ratna Sari (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
  10. Hasan Marzuki (UIN Raden Fatah Palembang)
  11. Irham Falahudin (UIN Raden Fatah Palembang)
  12. Irma Riyani (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
  13. Lianah (UIN Walisongo Semarang)
  14. M. Husnul Abid (UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi)
  15. Muhammad Fuad Zain (IAIN Purwokerto)
  16. Najahan Musyafak (UIN Walisongo Semarang)
  17. Nur Said (IAIN Kudus)
  18. Rado Yendra (UIN Sultan Syarif Kasim Riau)
  19. Rian Vebrianto (UIN Sultan Syarif Kasim Riau)
  20. Taufik Edy Sutanto (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Dalam acara tersebut juga menajdi ajang pameran produk hasil riset dan pengabdian masyarakat. Pada acara yang sama, Dr. Zainul Abas, M.Ag bersama para anggota Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Surakarta memamerkan produk-produk hasil penelitian dan pengabdian berupa buku, jurnal dan produk lainnya.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Diktis Ditjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag bersama Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Mahmud, M.Si pada hari Selasa (3/12) malam dan ditutup oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Zainut Tauhid Sa’adi pada hari Kamis (5/12) malam. (Gie/ Humas Publikasi)

Komentar ditutup.