Bg

Pustakawan (Juga) Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Diterbitkan tanggal 18 November 2016

triningsih

Oleh : Triningsih, S.I.P
(Pustakawan Muda di Perpustakaan IAIN Surakarta)

#BanggaIAINSurakarta

 

“Google can bring you back 100.000 answer, a librarian can bring you back the right one”.

(Neil Gaiman)

 

Pahlawan

Bulan November identik dengan bulan pahlawan. Kenapa? Karena salah satu tanggal di bulan tersebut, yaitu tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Kategori pahlawan ada banyak, tergantung dengan prestasi yang disumbangkannya, seperti pahlawan kemanusiaan, pahlawan nasional, pahlawan perintis kemerdekaan, pahlawan revolusi, pahlawan proklamasi, pahlawan iman, pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan kesiangan, dan sebagainya.

Arti Pahlawan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.

“Pahlawan” adalah sebuah kata benda. Secara etimologi kata “pahlawan” berasal dari bahasa Sansekerta “phala”, yang bermakna hasil atau buah. Dalam bahasa Inggris pahlawan disebut “hero” yang diberi arti satu sosok legendaris dalam mitologi yang dikaruniai kekuatan yang luar biasa, keberanian dan kemampuan, serta diakui sebagai keturunan dewa. Pahlawan adalah sosok yang selalu membela kebenaran dan membela yang lemah.

Kriteria disebut pahlawan pun ada berbagai macam, tergantung dengan prestasi yang disumbangkannya. Seperti pahlawan kemanusiaan, pahlawan nasional, pahlawan perintis kemerdekaan, pahlawan revolusi, pahlawan proklamasi, pahlawan iman, pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan kesiangan, dan sebagainya.

Salah satu pahlawan yang disebut diatas adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Siapakah yang disebut demikian? Semua sepakat dan setuju jika jawabannya adalah guru. Karena guru dengan ikhlas menjadikan anak didiknya pandai. Dari tangan gurulah lahir manusia-manusia cerdas di negeri ini. Iya, memang benar, guru (pengajar) sangat mulia jasanya.

Pertanyaannya adalah adakah yang lebih mulia dari seorang guru (pengajar)? Jawabannya adalah ada, yaitu pustakawan. Apa yang terbersit di pikiran ketika mendengar kata “pustakawan”?. Apa saja yang dilakukan pustakawan sehingga profesinya jauh lebih mulia dibandingkan dengan guru? Jasa apa yang sudah ditorehkannya?

Belum Exist Seperti Profesi Lain

Kata pustakawan berasal dari kata “pustaka”. Dengan penambahan kata “wan” diartikan sebagai orang yang pekerjaannya atau profesinya terkait erat dengan dunia pustaka atau bahan pustaka. Bahan pustaka dapat berupa buku, majalah, surat kabar dan multimedia. Dalam bahasa inggris pustakawan disebut sebagai “librarian” yang juga terkait erat dengan kata “library”.

Pustakawan belum banyak dikenal oleh masyarakat. Pustakawan belum exist seperti profesi lainnya. Misalnya profesi sebagai seorang dokter, pilot, polisi, TNI, guru, dosen, dan lain sebagainya. Cobalah kita bertanya kepada anak TK/SD. Tanyakan tentang cita-citanya kelak besar nanti. Akan dipastikan tidak ada yang menjawab pustakawan. Atau kalaupun ada, mungkin baru 1 (satu) dari 100 anak yang akan menjawab sebagai pustakawan.

Pustakawan belum terlihat “amazing” di mata masyarakat. Mereka masih menganggap bekerja di perpustakaan itu hanyalah menjaga buku, dimana hal itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Tetapi pada kenyataannya, untuk menjadi seorang pustakawan harus mempunyai kompetensi. Kompetensi adalah keterampilan yang harus dimiliki seseorang dalam melaksanakan tugasnya.  Maka pustakawan harus melakukan sesuatu yang amazing agar terlihat nyata di masyarakat. Minimal dia harus memberikan layanan yang terbaik kepada pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan dalam rangka mencari informasi yang pemustaka butuhkan.

Pustakawan Lebih Mulia dari Guru

Ada beberapa alasan di bawah ini yang menjadikan pustakawan lebih mulia dari seorang guru (pengajar), antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Dengan sabar menyediakan buku-buku sesuai dengan yang pemustaka kehendaki. Buku adalah guru yang sabar. Buku adalah guru yang diam. Di perpustakaan ada berbagai macam koleksi dari berbagai macam disiplin ilmu. Pemustaka dengan sangat mudah mendapatkan, menyerap, dan menerapkan bidang ilmu sesuai yang Buku dibutuhkannya sudah tertata rapi di rak. Coba bayangkan saja jika berbagai disiplin ilmu tersebut penataannya tidak ada klasifikasinya. Tentu akan sulit sekali “temu kembali informasi” nya. Bisa jadi mencari satu judul buku yang dibutuhkan memakan waktu satu hari, atau malah 1 minggu, atau bahkan 1 bulan. Dan itupun kalau ketemu bukunya, jika tidak ketemu ya itu berarti belum rejekinya. Di perpustakaan, pustakawan sudah mengklasifikasikan buku-buku sebelum ditata di rak buku.sehingga memudahkan pemustaka dalam temu kembali informasi.
  2. Librarian is Guardian of Knowledge. Presiden pertama Republik Indonesia yaitu Bapak Soekarno pernah mengatakan “Janganlah melihat masa depan dengan mata buta! Masa lampau akan berguna sekali untuk menjadi kaca benggala dari pada masa yang akan datang”. Kaitannya dengan perpustakaan yaitu perpustakaan sebagai wadah menyimpan buku-buku. Di dalamnya ada buku buku terbitan dari tahun ke tahun berikutnya. Pemustaka bisa mendapatkan buku terbitan 10 (sepuluh) atau bahkan lebih di perpustakaan. Muatan informasi yang ada di dalamnya bernilai sangat mahal. Pemustaka bisa mengerti keadaan masyarakat zaman kerajaan hindu, kerajaan islam, maupun zaman kemerdekaan tanpa harus lahir di zaman tersebut. Oleh karena itu pustakawan bukan saja penjaga buku, melainkan dia adalah penjaga ilmu pengetahuan. Bahkan, lebih dari itu, pustakawan adalah penjaga peradaban.
  3. Ada di balik layar negara maju. Artinya adalah di balik layar negara maju, pasti ada perpustakaan dan pustakawan bagus yang mendukungnya. Contohnya adalah Negara Amerika, Jerman, Inggris, dan Australia. Mereka maju karena informasinya dikelola dengan baik dan dengan tenaga yang kompeten. Perpustakaan merupakan tonggak kemajuan suatu Negara, karena dia merupakan gudang informasi yang dibutuhkan manusia.

Penutup

Demikian ulasan mengenai pustakawan dalam dunia perpustakaan yang merupakan tokoh untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Tokoh yang mencerdaskan kehidupan bangsa selain guru, dosen, ataupun pengajar lainnya. Betapa banyak pemustaka yang dimudahkan urusannya dalam mencari kebutuhan informasi, memberikan informasi, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka tidak salah lagi jika pustakawan (juga) pahlawan tanpa tanda jasa.

Penulis

Triningsih
Pustakawan Muda di IAIN Surakarta

Komentar ditutup.