Bg

SELEBRASI SUJUD SYUKUR, DAN PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM

Diterbitkan tanggal 19 Desember 2016

Oleh: Dr. Muhammad Munadi, M.Pd
(Wakil Rektor II, Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan)

Ekspresi syukur bisa sangat beragam dilakukan setiap manusia baik beda profesi maupun beda agama. Begitupula termasuk variasi pengalaman keagamaan maupun kesadaran beragama akan berbeda cara mengungkapkan  rasa terima kasihnya pada Sang Maha Kuasa. Yang paling banyak komentar dan terlihat di media elektronik dan banyak diulas di dunia maya adalah rasa syukur dengan selebrasi sujud syukur yang dilakukan oleh atlet olah raga. Sampai saat ini yang paling menarik ekspresi syukur yang dilakukan oleh pemain olah raga muslim baik secara individual maupun bersama berbentuk selebrasi sujud syukur. Yang sangat banyak terjadi pada pertandingan ketika memasukkan bola ke gawang lawan seperti yang terjadi di cabang olah raga sepakbola. Selebrasi sujud syukur tidak hanya dilakukan olahragawan tingkat nasional, namun juga internasional. Tingkat internasional dilakukan olahragawan seperti Fernando Tores pemain Atletico Madrid, Mohamed Salah (Chelsea), Arda Turan (Barcelona), Demba Ba (Chelsea), Thiery Henry (Arsenal), Pappis Demba Cisse (New Castle United), Sulley Ali Muntari (Milan), Abou Diaby (Arsenal), dan Karim Ait-Fana (klub asal Prancis, Montpellier). Pemain tersebut melakukan sujud syukur secara sendirian . Berbeda dengan pemain nasional ketika Piala AFF melakukan selebrasi sujud syukur beberapa orang seperti dilakukan oleh Andik Firmansyah tahun 2016 termasuk ketika memenangkan final leg pertama, Muhammad Hargianto dan Evan Dimas beserta Ravi Murdiyanto pada AFF tahun 2013. Selain itu olahragawan lain juga melakukan sujud syukur ketika memenangkan lomba seperti Heri Fadli, pegulat Jawa Barat berhasil menambah medali emas pada laga Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX. Begitupula yang dilakukan pemain muda Indonesia, Ihsan Maulana Mustafa yang lolos ke semifinal turnamen BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Pemain American Football, Husain Abdullahmelakukan selebrasi sujud syukur saat klubnya Kansas City Chiefs memenangkan pertandingan melawan New England Patriots. Atlet muslim berkulit hitam asal Inggris Mohamed Farah sukses memenangi final lari maraton 10.000 meter di ajang Olimpiade Rio 2016 dengan merayakan kemenangannya dengan selebrasi sujud syukur.

Pertanyaannya kira-kira apa bedanya sujud syukur antara olahragawan/olahragawati dengan yang lainnya? Orang akan berbeda pendapat. Ada yang menyatakan tidak ada bedanya. Ada yang menyatakan ada bedanya. Beda lagi kalau dilihat dari sisi afektif dan spiritual. Ada yang sangat berbeda perspektifnya.

Terlepas itu semua, mereka adalah muslim yang mengekspresikan secara spontan rasa terima kasihnya dengan cara tersebut. Mereka pastinya paham dengan cara itu ada energi harapan seperti dalam Qur’an Surat Ibrahim ayat 7 yang artinya, Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu menginformasikan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”. Selain itu juga memahami bagaimana Allah memberikan gambaran bahwa surat Arrahman sebanyak 31 kali ayat yang menyatakan Fa bi ayyi ālā’i Rabbikumā tukażżibān (Maka nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan?).

Rasa syukur semestinya tidak hanya dirasakan dalam hati tetapi juga harus ditampakkan pada orang lain seperti pernyataan dalam Al Mufradat fi Gharibil Qur’an halaman 256 yang menyatakan :

الشُّكْرُ هُوَ تَصَوُّرُ النِّعْمَةِ وَإِظْهَارُهَا

“Syukur itu adalah ungkapan dalam benak tentang nikmat dan menampakkannya ke permukaan”.

Selebrasi sujud syukur yang ditampilkan oleh olahragawan/olahragawai muslim merupakan perwujudan rasa syukur. Hal tersebut menunjukkan bawah selebrasi sujud syukur disamping ada unsur fiqh tetapi juga unsur dominan akhlaq sekaligus dakwah. Implikasinya juga jauh bagi perkembangan Islam.

Inspirasi Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Adanya unsur dakwah di dalam olah raga menjadikan perlunya pemikiran pendirian jurusan/program studi olah raga atau minimal pendidikan olah raga. Selama ini jurusan/program studi ini hanya ada di perguruan tinggi bekas Institu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) atau ada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Kedua lembaga ini milik pemerintah dan masih sedikit perguruan tinggi swasta yang mendirikan jurusan ilmu keolahragaan ataupun jurusan pendidikan olah raga. Bahkan jenjangnya tidak hanya strata 1, tetapi juga strata 2 dan strata 3. Perguruan tinggi bekas IKIP memiliki Fakultas Pendidikan Olah Raga dan Kesehatan (FPOK) atau Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Prodi yang ada biasanya adalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK), Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi (PKR), Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), Ilmu Keolahragaan dan Pendidikan Guru Jasmani Sekolah Dasar.

Sepertinya jurusan/program studi ini juga tidak diminati UIN untuk didirikan. Sementara kebutuhannya sangat banyak. Kalau dilihat dari program studi umum yang didirikan oleh UIN tidak ada yang mendirikan program studi ini. Ini perlu dipikirkan dan diimplementasikan oleh IAIN Surakarta. Disamping itu olah raga dianjurkan oleh salah satu hadits yang diriwayatkan oleh imam an-Nasa’i. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ شَئْ ٍلَيْسَ فِيْهِ ذِكْرُ اللهِ فَهُوَ لَهْوٌ وَلَعِبٌ إِلاَّ أَرْبَعٌ مُلاَعَبَةُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَتَأْدِيْبُ الرَّجُلِ فَرَسَهُ وَمَشْيُهُ بَيْنَ الْغَرْضَيْنِ وَتَعْلِيْمُ الرَّجُلِ السِّبَاحَةَ

Segala sesuatu yang tidak mengandung dzikirullah padanya maka itu adalah Kesia-siaan dan main-main kecuali empat perkara: yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” HR. An-Nasai no.8890. Al-Albani menyatakan bahwa hadits itu shahih (Shahih al-Jami’ ash-Shaghir no.4534)

Olah raga yang dianjurkan Rasululah dalam hadits di atas adalah melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang. Tiga cabang olah raga ini secara spirit hendaknya umat Islam juga .harus menguasai cabang olah raga minimal tiga olah raga di atas. Lebih menarik lagi, umat Islam ada yang menjadi pelatih sekaligus yagn dilaith di bidang tersebut bahkan lebih luas lagi. Kalau prodi ini dirintis oleh IAIN Surakarta untuk didirikan akan menjadikannya  satu-satunya PTKI yang memiliki prodi olah raga maupun pendidikan olah raga. Hal ini sangat prospektif karena mendasarkan data berikut:

Tabel 1. Jumlah RA – MA Sem. Genap 2015/2016

No Jenjang Jumlah lembaga
1 RA (Raudlatul Athfal) 27,999
2 MI (Madrasah Ibtidaiyah) 24,560
3 MTs (Madrasah Tsanawiyah) 16,934
4 MA (Madrasah Aliyah) 7,843

Data tersebut menunjukkan kalau diasumsikan setiap lembaga memerlukan seorang guru/pelatih  olah raga berarti PTKI harus menghasilkan guru/pelatih olah raga sebanyak 77.336 orang. Sangat fantastis penyerapannya. Hal tersebut jika mendasarkan pada madrasah. Belum lagi kalau klub-kulb olah raga ikut dihitung peluang kerjanya semakin lebar dan luas. Namun dalam merintisnya memang harus dipertimbangkan dari sisi sarana prasarana ketika mendirikan program studi olah raga/pendidikan olah raga terutama peralatan maupun lapangan olah raga sesuai dengan cabang olah raga.  Kalau merujuk pada PON Tahun 2016 ada 44 cabang olahraga. Namun jika merujuk pada Olimpiade Tahun 2016 ada 28 cabang olahraga dengan total 41 disiplin. Cabang Olah raga tersebut meliputi: Akuatik (Loncat indah, Renang, Renang indah, Polo air), Panahan, Atletik, Bulu tangkis, Bola basket, Tinju, Kano, Slalom, Jarak pendek, Sepeda (BMX, Sepeda gunung, Jalanan, Trek), Berkuda, Dressage, Eventing, Jumping, Anggar, Hoki lapangan, Sepak bola, Golf, Senam (Artistik, Irama, Trampolin), Bola tangan, Judo, Pentathlon modern, Dayung, Rugbi sevens, Layar, Menembak, Tenis meja, Taekwondo, Tenis, Triathlon, Bola voli (Bola voli, Voli pantai), Angkat beban, Gulat (Gaya bebas, Greco-Roman). Jumlah cabang olahraga ini memerlukan lapangan olah raga beserta peralatannya yang harga dan biayanya juga tidak murah. Disamping itu memerlukan biaya perawatan yang luar biasa. Namun yang paling utama bahwa kebutuhan pelatihnya juga sangat banyak.(Sumber : emispendis.kemenag.go.id/madrasah1516)

Rintisan awalnya bisa dimulai dari jurusan yang ada seperti PGRA/PGMI. Dua jurusan ini sudah merekrut dosen olah raga dari unsur dosen luar biasa dan mata kuliah olah raganya. Selain itu bisa dimulai dari kegiatan ekstrakurikuler (unit kegiatan mahasiswa) yang berbasis olah raga.

Banyaknya cabang olah raga tersebut menjadi landasan pengembangan kurikulum pendidikan olah raga. Seperti gambaran kurikulum salah satu jurusan pendidikan olah raga di salah satu fakultas olah raga berikut ini:

Tabel 2. Kurikulum Program Studi Pendidikan Jasmani

NO NAMA MATA KULIAH
1 PEMBELAJARAN ATLETIK I
2 PEMBELAJARAN AQUATIK I
3 PEMBELAJARAN SENAM DAN RITMIK I
4 PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLAVOLI
6 ANATOMI MANUSIA
7 ILMU FAAL DASAR MANUSIA
8 PEMBELAJARAN ATLETIK II
9 PEMBELAJARAN AQUATIK II
10 PEMBELAJARAN SENAM DAN RITMIK II
12 PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLABASKET
13 PENDIDIKAN KESEHATAN
14 ILMU FAAL OLAHRAGA DAN PRAKTIKUM
15 PEMBELAJARAN PENCAK SILAT
16 TEORI BELAJAR MOTORIK
17 TEORI LATIHAN KEBUGARAN JASMANI
20 KEPRAMUKAAN DAN OUT DOOR EDUCATION
21 PERKEMBANGAN MOTORIK
22 SPORT SOCIOLOGY
23 STATISTIKA
24 PEMBELAJARAN MUSIK DAN GERAK
25 TEORI BERMAIN
26 PEMBELAJARAN PERMAINAN SEPAKBOLA
30 PENJAS ADAPTIF
31 MASASE OLAHRAGA

Tabel 3. Kurikulum Pilihan Program Studi Pendidikan Jasmani

No MATERI PEMBELAJARAN
1 PEMBELAJARAN SOFT BALL  *3)
2 PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA KECIL (KASTI, ROUNDERS, KIPPERS *3)
3 PEMBELAJARAN FUTSAL *4)
4 PEMBELAJARAN HOKI *4)
5 PEMBELAJARAN TENIS  *5)
6 PEMBELAJARAN TENIS MEJA  *5)
7 PEMBELAJARAN BOLA TANGAN *6)
8 PEMBELAJARAN PERMAINAN TRADISIONAL *6)
9 PEMBELAJARAN SQUASH *7)
10 PEMBELAJARAN BULUTANGKIS *7)
11 PEMBELAJARAN PANAHAN *8)
12 PEMBELAJARAN SEPAK TAKRAW *8)

Tidak berbeda dengan paparan di atas, kurikulum program studi ilmu keolahragaan juga sesuai dengan percabangan olah raga. Gambarannya sebagai berikut:

 Tabel 4. Kurikulum Program Studi Ilmu Keolahragaan

NO MATA KULIAH
1 PERKEMBANGAN DAN BELAJAR MOTORIK
2 KECABANGAN OLAHRAGA ATLETIK
3 KECABANGAN OLAHRAGA SENAM
5 OLAHRAGA TRADISIONAL
6 ANATOMI MANUSIA
7 OLAHRAGA KEBUGARAN
8 KECABANGAN OLAHRAGA RENANG
9 KECABANGAN OLAHRAGA PENCAK SILAT
10 KECABANGAN OLAHRAGA SEPAKBOLA
11 AKTIVITAS RITMIK
13 FISIOLOGI DASAR
14 FISIOLOGI OLAHRAGA
15 KECABANGAN OLAHRAGA BULUTANGKIS
16 KECABANGAN OLAHRAGA BOLA VOLI
17 GIZI OLAHRAGA (SPORT NUTRITION)
18 OLAHRAGA ADAPTIF
19 KECABANGAN OLAHRAGA TENIS
20 ANALISIS MEKANIKA GERAK
21 OLAHRAGA REKREASI
22 KECABANGAN OLAHRAGA BOLA BASKET
23 SPORT MARKETING
24 MASASE OLAHRAGA (SPORT MASSAGE)
25 SPORTS EVENT ORGANIZER
26 TES DAN PENGUKURAN OLAHRAGA
27 KONDISI FISIK DASAR
28 OLAHRAGA ALAM TERBUKA
29 INDUSTRI OLAHRAGA
30 OLAHRAGA PETUALANGAN
31 FISIOTERAPI DAN CEDERA OLAHRAGA
32 BIOMEKANIKA OLAHRAGA
35 KESEHATAN OLAHRAGA LANJUTAN
36 ILMU KEPELATIHAN OLAHRAGA
37 OLAHRAGA LANSIA

Dua kurikulum di atas membutuhkan setidaknya 4 hal, yaitu: dosen, pelatih, sarana dan prasarana dalam mendukung capaian kurikulum. Kebutuhan anggaran yang paling besar pada penyediaan lapangan olah raga (ukuran kecil, sedang, dan besar) dengan skala standar (lokal, nasional, regional dan internasional). Jika memiliki lapangan olah raga skala standar internasional proyeksinya memudahkan mendapatkan tambahan dana pemanfaatan lapangan dari masyarakat lokal, nasional, regional bahkan internasional. Dengan demikian memudahkan pencapaian Perguruan Tinggi BLU bahkan Perguruan Tinggi Badan Hukum. Wallahu a’lam.

Referensi: dari berbagai sumber.

Komentar ditutup.