Bg

Anak Dalam Lingkaran Virus Buku vs Virus Gadged (Dalam Rangka Memperingati Hari Buku Anak Sedunia 02 April)

Diterbitkan tanggal 31 Maret 2017

Oleh : Triningsih
(Pustakawan Muda IAIN Surakarta)

“You can find magic wherever you look sit back and relax. All you need is book”.

(Dr.Seuss)

April adalah bulan yang identik dengan Hari TNI Angkatan Udara, Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika, maupun Hari Kartini. Belum banyak yang mengetahui jika pada bulan itu pula ada hari yang sangat fenomenal di dunia perbukuan  dan dunia anak.  Hari fenomenal tersebut yaitu tanggal 02 April yang diperingati sebagai Hari Buku Anak Sedunia atau International Children’s Book Day (ICBD). Dimana pertama kali diperingati pada tahun 1967. Penggagas utama dalam peringatan itu adalah International Board on Books for Young People (IBBY).  Penetapan tanggal 2 April merujuk pada hari ulang tahun penulis buku anak terkenal, Hans Christian Andersen karena kontribusinya yang besar dalam perkembangan buku anak. Buku memberikan dunia yang tak terbatas. Berbeda dengan kehidupan alam ini yang memperlihatkan tempat yang terbatas.

Gadget yaitu istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Salah satu ciri khusus  yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. Yang termasuk gadget antara lain tablet, smartphone, notebook, dan sebagainya. Anak akan suka bermain gadged jika di dalamnya ada aplikasi dan fitur yang menarik. Tidak heran jika banyak anak kecil di zaman sekarang ini yang sudah mahir menggunakan gadged karena gadged menjadi makanan setiap hari. Hal ini juga diamini oleh orang tua yang menganggap lumrah karena mereka lebih suka anaknya diam dan asyik bermain game daripada anaknya rewel. Lebih parah lagi karena orang tuanya juga sibuk dengan gadgednya sendiri.

 

Buku

Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman. Seiring dengan perkembangan dalam bidang dunia informatika, kini dikenal pula istilah e-book atau buku-e (buku elektronik), yang mengandalkan komputer dan Internet (jika aksesnya online). [http://id.wikipedia.org/wiki/Buku]

Ke-khas-an buku tidak dapat terbandingkan, walaupun saat ini sudah ada ebook, web, serta blog yang beredar di dunia maya yang lebih hemat tempat, dan hemat biaya. Melalui mesin pencari elektronik (search engine), informasi yang kita inginkan akan lebih cepat ketemu, tetapi nilainya juga akan cepat hilang. Berbeda dengan buku yang bisa disimpan dan bisa disampaikan kepada generasi selanjutnya, nilai informasi yang ada di dalamnya tidak akan hilang.

Golden age (usia emas) merupakan kesempatan emas anak untuk belajar, yang terjadi pada anak di usia dini. Pada usia ini anak memiliki kemampuan untuk belajar yang luar biasa khususnya pada masa kanak-kanak awal. Mengingat pada masa tersebut sangat penting, maka anak harus dioptimalkan perkembangannya dari berbagai aspek, yaitu berkembang fisiknya baik motorik kasar maupun halus, berkembang aspek kognitif, aspek sosial, dan emosional.

Anak usia dini memerlukan banyak sekali informasi untuk mengisi pengetahuannya agar siap menjadi manusia sesungguhnya. Dalam hal ini membaca merupakan cara untuk mendapatkan informasi karena pada saat membaca maka seluruh aspek kejiwaan manusia terlibat dan ikut serta bergerak. Hasilnya, otak yang merupakan pusat koordinasi pun bekerja keras menemukan hal-hal baru yang akan menjadi pengisi memori otak sekaligus menjadi bekal pertumbuhan.

Manfaat buku bagi anak :

  1. Melatih keterampilan membuka halaman buku.

Membuka halaman demi halaman buku dengan jari telunjuk dapat melatih koordinasi visual dan motorik, serta melatih agar tidak terburu-buru untuk berpindah. Hal tersebut untuk mengeksplorasi setiap detil dari bentuk dan warna yang disajikan, artinya, hal ini bisa melatih anak dalam ketajaman pengamatannya.

  1. Melatih Kemampuan pengamatan secara detail.

Anak yang diberikan buku, maka ia akan memperhatikan isi halaman dengan seksama untuk mencari apa yang buku maksudkan. Hal itu akan melatih untuk menajamkan pengamatan detailnya. Ditambah lagi dengan adanya berbagai macam bentuk simbol selain gambar, hal tersebut akan memperkaya pengetahuannya.

  1. Melatih pemahaman dan mengingat

Dengan membaca buku, kemampuan memori anak akan dilatih agar memiliki kemampuan mengingat serta pemahaman yang tinggi.

Gadged

Gadget adalah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Diantaranya smartphone seperti iphone dan blackberry, serta notebook (perpaduan antara komputer portabel seperti notebook dan internet) (Widiawati, 2014:106).

Radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget memang tidak terlihat, efeknya pun tidak terasa secara langsung. Untuk itu orangtua harus secara bijak mengawasi dan melakukan seleksi terhadap instrumen permainan yang digunakan anak-anak saat bermain. Kebiasaan anak-anak dalam bermain gadget saat ini memang tidak bias dipungkiri, namun ada baiknya tidak selalu bermain, atau paling tidak membatasi waktu bermain gadget, karena alasan radiasi di atas. Sebenarnya kegiatan bermain merupakan kegiatan utama anak yang nampak mulai sejak bayi. Kegiatan ini penting bagi perkembangan kognitif, sosial, dan kepribadian anak pada umumnya. Anak juga bisa mulai memahami hubungan antara dirinya dan lingkungan sosialnya melalui kegiatan bermain, belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tata cara pergaulan. Namun sekarang anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain gadget daripada bermain dengan teman sebaya, yang bisa menimbulkan sifat individualis dan egosentris, serta tidak memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar. (Jonathan, 2015:117).

Gadged memiliki dampak negatif bagi perkembangan anak, menurut Mohammad Nazir (2003:16), dampak negatif tersebut yaitu :

  1. Sulit konsentrasi pada dunia nyata

Rasa kecanduan atau adiksi pada gadget akan membuat anak mudah bosan, gelisah dan marah ketika dia dipisahkan dengan gadget kesukaannya. Ketika anak merasa nyaman bermain dengan gadget kesukaannya, dia akan lebih asyik dan senang menyendiri memainkan gadget tersebut. Akibatnya, anak akan mengalami kesulitan berinteraksi dengan dunia nyata, berteman dan bermain dengan teman sebaya.

  1. Terganggunya fungsi PFC

Kecanduan teknologi selanjutnya dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. PFC atau Pre Frontal Cortex adalah bagian di dalam otak yang mengontrol emosi, kontrol diri, tanggung jawab, pengambilan keputusan dan nilai-nilai moral lainnya. Anak yang kecanduan teknologi seperti games online, otaknya akan memproduksi hormon dopamine secara berlebihan yang mengakibatkan fungsi PFC terganggu.

  1. Introvert

Ketergantungan terhadap gadget pada anak-anak membuat mereka menganggap bahwa gadget itu adalah segala-galanya bagi mereka. Mereka akan galau dan gelisah jika dipisahkan dengan gadget tersebut. Sebagian besar waktu mereka habis untuk bermain dengan gadget. Akibatnya, tidak hanya kurangnya kedekatan antara orang tua dan anak, anak juga cenderung menjadi introvert.

Selain itu, dampak positif penggunaan gadget antara lain, yang pertama adalah gadget akan membantu perkembangan fungsi adaptif seorang anak artinya kemampuan seseorang untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sekitar dan perkembangan zaman. Jika perkembangan zaman sekarang muncul gadget, maka anak pun harus tahu cara menggunakannya karena salah satu fungsi adaptif manusia zaman sekarang adalah harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sebaliknya, anak yang tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi bisa dikatakan fungsi adaptifnya tidak berkembang secara normal. Nilai positif lain adalah gadget memberi kesempatan anak untuk leluasa mencari informasi. Apalagi anak-anak sekolah sekarang dituntut untuk mengerjakan tugas melalui internet (Mohammad Nazir, 2003:15).

Jalan Tengah

Tidak ada masalah jika anak senang dengan gadget. Yang jadi masalah adalah ketika menjadikan gadget sebagai satu-satunya sumber informasi dan jendela dunia, karena sumber-sumber yang ada didalamnya masih harus ditelusuri kebenarannya. Jika tidak, hal tersebut dapat memicu pertengkaran, pornografi, dan sebagainya yang nantinya malah membawa masyarakat kepada kehancuran. Persatuan dan kesatuan bangsa pun bisa jadi terancam hanya karena informasi yang belum tentu kebenarannya.

Buku adalah jendela dunia sebab ia akan mengarahkan cara pandang kita dan cakrawala pikir kita terhadap dunia. Jangan biarkan gadged menjadi dunia anak-anak kita. Jangan biarkan pula istilah “Buku adalah jendela dunia” tergantikan dengan istilah “Gadged adalah jendela dunia”.

Anak adalah kekayaan masa depan bangsa. Merekalah yang akan mengisi bangsa Indonesia untuk 10 atau 15 tahun lagi. Maka sudah selayaknya kita semua mengisi otak mereka dengan informasi yang sehat. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan anak lebih dekat dengan dunia buku. Dengan dekat dengan buku, maka lama kelamaan mereka akan cinta dengan buku. Menanamkan baca buku sejak kecil adalah hal yang harus disegerakan.

Anak di zaman sekarang ini sudah tidak asing dengan yang namanya gadged. Bisa jadi gadged menjadi makanan pokok anak-anak setiap hari. Gadged memang menggoda, tetapi ada yang jauh lebih menggoda lagi yaitu buku. Dengan buku, anak-anak akan menggali informasi yang jauh lebih dalam lagi. Marilah kita lebih banyak menyebarkan virus buku dan lebih sedikit dalam menyebarkan virus gadged. Terakhir, buku adalah jendela dunia, ia akan mengarahkan cara pandang anak-anak kita dan cakrawala pikir anak-anak kita terhadap dunia.

 

Penulis

Triningsih, S.I.P
Pustakawan Muda IAIN Surakarta

Komentar ditutup.