Bg

WIB (  waktu iso berubah )

Diterbitkan tanggal 28 Juli 2017

Oleh: Fauzi Nur Bani
(Jurusan Tadris bahasa Indonesia / FITK-Bidikmisi)

#BanggaIAINSurakarta

Waktu adalah pembunuh yang paling kejam. Mungkin kalian asing dengan istilah tersebut. Tak menampik kemungkinan bahwa istilah tersebut akan booming pada saatnya nanti. Waktu adalah penentu kehidupan, mungkin pendapat saya agak ekstrim, tetapi siapa yang tidak berhubungan dengan waktu? Semua orang berhubungan dengan waktu, dibatasi waktu dan berhadapan dengan waktu. Jika kita tidak bisa mengelola waktu dengan baik maka kehancuran akan menghampirimu.

Di Indonesia banyak masyarakat yang mengabaikan waktu. Orang Indonesia dikenal sebagai orang yang sangat flexible terhadap waktu. Jika ditanya “ sudah lama menunggu ?” pasti mereka bilang “ baru saja” padahal sudah lebih dari setengah jam. Mungkin semua orang Indonesia pernah melakukan hal tersebut. Maka judul artikel ini adalah “ WIB ( waktu iso berubah)”. Iso merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti boleh. Jadi dari judul di atas artinya waktu boleh berubah. orang Indonesia sangat tidak memperhatikan waktu. Budaya molor masih dianggap suatu yang tak menjadi masalah dan hal yang lumrah. Pengalaman saya di suatu acara seminar yang berlabel nasional juga masih kental dengan budaya molor. Waktu itu di suatu instansi dituliskan seminar mulai pukul 08.00 wib, tetapi sampai satu setengah jam lepas dari pukul 08.00 WIB belum juga dimulai. Mungkin WIB yang dicantumkan di belakang angka tersebut bukan Waktu Indonesia Bagian Barat tetapi Waktu Iso Berubah.

Mungkin acuhnya orang Indonesia terhadap waktu menjadi salah satu faktor sulitnya Indonesia maju. Mungkin pandangan saya tersebut bukanlah hal yang tidak mungkin. Kita bisa berkaca dari Negara Jepang yang negaranya lebih maju daripada Indonesia. Di sana kedisliplinan sangat ditekankan. Baik dalam hal waktu atau yang lainya. Rasa menghargai waktu bisa merubah kualitas SDM yang kita punya sehingga Indonesia akan segera menjadi Negara maju.

Revolusi mental yang digembar-gemborkan pemerintah mungkin bisa menjadi jawaban akan fenomena ini. Tetapi faktor lain yang mempengaruhi adalah pola pikir orang Indonesia itu sendiri, bagaimana dia harus mempunyai mindset untuk menghargai waktu. Dengan demikian mari kita mulai dari diri kita pribadi untuk lebih menghargai waktu agar istilah Waktu Iso Berubah akan hilang dari Indonesia dan Negara kita akan cepat menjadi Negara maju.

Penulis

Fauzi Nur Bani
Jurusan Tadris bahasa Indonesia / FITK-Bidikmisi

Komentar ditutup.