Bg

IAIN Surakarta Pasang Standar Kelas Bahasa, Agar Kualitas Output Meningkat

Diterbitkan tanggal 5 Agustus 2017

SINAR– Unit Pelayanan Teknis Pusat Pengembangan Bahasa (UPT P2B) adakan ujian pelevelan bahasa asing bagi seluruh mahasiswa baru (maru) angkatan 2017/2018. Karena terbatasnya ruang dan jumlah pengawas maka ujian tersebut dilaksanakan dalam 3 sesi, yaitu maru dari jalur SPAN (22/7), jalur UMPTKIN (29/7), dan jalur Mandiri (5/8).

Menurut Kepala UPT P2B, Drs. Abudullah Faishol, M.Hum, pelevelan bahasa asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) digelar untuk mengetahui kemampuan bahasa seluruh maru sebagai pretest sebelum mereka mengikuti program praktikum bahasa. Menurutnya hal ini sangat penting diadakan mengingat setiap maru memiliki kemampuan bahasa asing yang berbeda. “Pelevelan ini diharapkan dapat melihat bagaimana kemampuan bahasa asing yang maksimal dan minimal yang dimiliki oleh mahasiswa. Belajar bahasa harus memiliki kemampuan yang sama untuk mempermudah dalam proses belajar mengajar,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya (5/8). “Pelaksanaan praktikum tahun ini pun akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya, bagi maru yang lolos passing grade maka dibebaskan dari kelas praktikum, namun tahun ini meskipun lolos passing grade maru tetap diwajibkan mengikuti praktikum bahasa,” imbuhnya.

Selain itu, pelevelan ini dapat dimanfaatkan oleh jurusan untuk membuat kelas-kelas internasional melalui data yang ada. “Terkait dengan teknis pelaksanaan program praktikum bahasa yang merupakan salah satu dari Standar Kompetensi Lulusan yang harus dicapai, kami berencana membuat kelas-kelas unggulan, minimal 3 kelas dari masing-masing bahasa asing,”terangnya.

Abdullah Faishol mengaku banyaknya kekurangan disana sini dalam pelaksanaan pelevelan bahasa asing, namun UPT P2B sudah melakukan yang  terbaik. Berdasarkan data yang ada, ujian ini diikuti oleh maru jalur SPAN sebanyak 1.018 mahasiswa, jalur UMPTKIN sebanyak 1.179 mahasiswa dan jalur Mandiri sebanyak 730 mahasiswa. Ada sebagian dari maru yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut. “Ada sebagian kecil maru yang tidak hadir dalam placement test ini. Kami secara tegas menyatakan bagi yang tidak mengikuti tidak dapat mengikuti program praktikum bahasa pada tahun ini,” kata Faishol.

Tidak ada pengurangan skor dalam placement test kali ini, semua maru sangat diharapkan kejujurannya dalam mengerjakan ujian pelevelan agar kelak dapat mengikuti level yang tepat saat praktikum bahasa. (Yin/ Humas Publikasi)

Komentar ditutup.